Pesona Kalteng News
Pesona Kalteng
NEWS Bumi Tambun Bungai
Menghubungkan ke portal... 0%
Menu

Berita Tersimpan

Daftar tersimpan otomatis di browser perangkat Anda.

Nasional Kotawaringin Barat

Kemarau Panjang Picu Kebakaran, Api di Lahan Gambut Mandawai Sebrang Kembali Membesar

Kondisi gambut membuat api diduga masih membara di bagian bawah permukaan tanah, termasuk di sekitar akar dan material organik yang mengering.

Kemarau Panjang Picu Kebakaran, Api di Lahan Gambut Mandawai Sebrang Kembali Membesar
T
Oleh: Taufik Hidayat (Jurnalis Redaksi)
1 mnt baca
Ukuran Teks:
Tautan berita berhasil disalin ke clipboard!
Kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Barat menyebabkan banyak lahan dan kawasan hutan terbakar. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dan tim gabungan yang terus bekerja keras melakukan upaya pemadaman.

Berbagai sektor dikerahkan untuk mengendalikan kebakaran. Namun, proses pemadaman di wilayah Mandawai Sebrang menghadapi kendala karena sebagian kawasan yang terbakar merupakan lahan gambut.

Kondisi gambut membuat api diduga masih membara di bagian bawah permukaan tanah, termasuk di sekitar akar dan material organik yang mengering. Akibatnya, meski api di permukaan terlihat sudah padam, titik panas masih berpotensi muncul kembali.

Saat angin bertiup, bara yang masih tersimpan di dalam gambut dapat kembali mendapatkan oksigen sehingga api kembali membesar dan meluas ke area lainnya.

Situasi tersebut membuat penanganan kebakaran membutuhkan waktu dan upaya ekstra. Tim di lapangan tidak hanya harus memadamkan api yang terlihat, tetapi juga melakukan pembasahan secara menyeluruh untuk mencegah bara kembali menyala.

Kondisi ini menjadi perhatian karena kebakaran lahan gambut juga berpotensi menghasilkan asap pekat yang dapat mengganggu jarak pandang serta kualitas udara dan berdampak terhadap aktivitas masyarakat.

Pemerintah daerah bersama tim gabungan diharapkan terus memperkuat pemantauan terhadap titik-titik yang telah dipadamkan, khususnya di kawasan gambut, guna mencegah munculnya kembali api.
Ruang Pembaca

Komentar Pembaca

Sampaikan pandangan Anda dengan santun dan tetap relevan dengan topik berita.

Maksimal 5.000 karakter.

Komentar akan diperiksa oleh redaksi sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar.

Jadilah pembaca pertama yang menyampaikan pandangan pada berita ini.

Buletin Redaksi

Suka dengan Laporan Jurnalistik Kami?

Dapatkan kurasi berita penting seputar Kalimantan Tengah langsung di kotak masuk email Anda setiap pagi.