Olahraga
Kotawaringin Barat
Sarana Terbatas Bukan Penghalang, Atlet Kobar Diminta Terus Berprestasi
Kabid Prestasi mengatakan , pembinaan atlet juga harus dilakukan sejak usia dini, khususnya mulai dari tingkat sekolah dasar (SD). Cabang olahraga yang memiliki potensi harus terus dikembangkan agar regenerasi atlet tidak terputus.
T
Oleh:
Taufik Hidayat
(Jurnalis Redaksi)
•
2 mnt baca
Sumber Berita:
Pesona Kalteng News
Ukuran Teks:
Tautan berita berhasil disalin ke clipboard!
Pesona Kalteng News - Keterbatasan sarana dan prasarana olahraga tidak seharusnya menjadi alasan bagi atlet di Kabupaten Kotawaringin Barat untuk berhenti mengejar prestasi.
Hal tersebut disampaikan salah satu pejabat kepala bidang prestasi Dispora kobar Kamis 3/9/2026. Akuinya pembinaan atlet di Kobar, sarana dan prasarana memang menjadi dasar penting dalam mencetak prestasi, namun semangat, kemauan dan hobi atlet juga memiliki peran besar.
Edy mencontohkan seorang atlet renang asal Kobar atas nama Rudi yang mampu menorehkan prestasi hingga tingkat internasional. Prestasi tersebut diraih berawal dari kegemaran dan kemauan pribadi untuk terus berlatih, meski dukungan pemerintah pada awalnya masih terbatas.
Bahkan, prestasi yang diraih atlet tersebut turut membuka peluang mendapatkan pekerjaan sebagai P3K. Menurutnya, bentuk penghargaan terhadap atlet berprestasi tidak selalu harus berupa uang atau bonus, tetapi juga dapat diberikan dalam bentuk kepastian pekerjaan dan masa depan.
“Prestasi itu bukan selalu berbentuk uang. Salah satunya bisa berupa kepastian kerja,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberadaan KONI Kobar sangat penting dalam mendata dan menghimpun atlet berprestasi dari berbagai cabang olahraga. Atlet yang memiliki prestasi dan bukti berupa piagam atau penghargaan dapat dilaporkan melalui KONI untuk kemudian menjadi bahan rekomendasi kepada pemerintah daerah melalui Dispora hingga kepala daerah.
Dengan demikian, pemerintah dapat mengetahui secara jelas siapa saja atlet Kobar yang telah mengharumkan nama daerah, baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional.
Kabid Prestasi mengatakan , pembinaan atlet juga harus dilakukan sejak usia dini, khususnya mulai dari tingkat sekolah dasar (SD). Cabang olahraga yang memiliki potensi harus terus dikembangkan agar regenerasi atlet tidak terputus.
Ia mencontohkan cabang olahraga sepak takraw yang dahulu banyak melahirkan atlet berprestasi dari wilayah pedalaman maupun pesisir Kobar hingga mampu bersaing di tingkat nasional.
“Jangan sampai pembinaan olahraga itu putus. Sejak SD harus mulai dikembangkan, sehingga ketika besar mereka sudah memiliki kemampuan dan pengalaman,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar atlet tidak hanya bergantung pada dukungan pemerintah. Semangat dan kemauan dari atlet menjadi modal utama untuk mencapai prestasi. Dukungan pemerintah, menurutnya, tetap diperlukan sebagai pendorong agar atlet dapat berkembang.
Pasalnya, sejumlah atlet berprestasi dari daerah berpotensi berpindah dan membela daerah lain ketika merasa kurang mendapatkan perhatian dan pembinaan di daerah asalnya.
“Kalau sudah berhasil dan berprestasi, pasti ada pihak yang melihat dan memberikan motivasi. Jangan sampai atlet kita yang sudah berprestasi justru diambil daerah lain,” ungkapnya.
Terkait pemberian bonus bagi atlet, ia mengakui masih terdapat keterbatasan anggaran. Meski demikian, pemerintah daerah diharapkan tetap mencari solusi agar penghargaan dan pembinaan terhadap atlet berprestasi dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan salah satu pejabat kepala bidang prestasi Dispora kobar Kamis 3/9/2026. Akuinya pembinaan atlet di Kobar, sarana dan prasarana memang menjadi dasar penting dalam mencetak prestasi, namun semangat, kemauan dan hobi atlet juga memiliki peran besar.
Edy mencontohkan seorang atlet renang asal Kobar atas nama Rudi yang mampu menorehkan prestasi hingga tingkat internasional. Prestasi tersebut diraih berawal dari kegemaran dan kemauan pribadi untuk terus berlatih, meski dukungan pemerintah pada awalnya masih terbatas.
Bahkan, prestasi yang diraih atlet tersebut turut membuka peluang mendapatkan pekerjaan sebagai P3K. Menurutnya, bentuk penghargaan terhadap atlet berprestasi tidak selalu harus berupa uang atau bonus, tetapi juga dapat diberikan dalam bentuk kepastian pekerjaan dan masa depan.
“Prestasi itu bukan selalu berbentuk uang. Salah satunya bisa berupa kepastian kerja,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberadaan KONI Kobar sangat penting dalam mendata dan menghimpun atlet berprestasi dari berbagai cabang olahraga. Atlet yang memiliki prestasi dan bukti berupa piagam atau penghargaan dapat dilaporkan melalui KONI untuk kemudian menjadi bahan rekomendasi kepada pemerintah daerah melalui Dispora hingga kepala daerah.
Dengan demikian, pemerintah dapat mengetahui secara jelas siapa saja atlet Kobar yang telah mengharumkan nama daerah, baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional.
Kabid Prestasi mengatakan , pembinaan atlet juga harus dilakukan sejak usia dini, khususnya mulai dari tingkat sekolah dasar (SD). Cabang olahraga yang memiliki potensi harus terus dikembangkan agar regenerasi atlet tidak terputus.
Ia mencontohkan cabang olahraga sepak takraw yang dahulu banyak melahirkan atlet berprestasi dari wilayah pedalaman maupun pesisir Kobar hingga mampu bersaing di tingkat nasional.
“Jangan sampai pembinaan olahraga itu putus. Sejak SD harus mulai dikembangkan, sehingga ketika besar mereka sudah memiliki kemampuan dan pengalaman,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar atlet tidak hanya bergantung pada dukungan pemerintah. Semangat dan kemauan dari atlet menjadi modal utama untuk mencapai prestasi. Dukungan pemerintah, menurutnya, tetap diperlukan sebagai pendorong agar atlet dapat berkembang.
Pasalnya, sejumlah atlet berprestasi dari daerah berpotensi berpindah dan membela daerah lain ketika merasa kurang mendapatkan perhatian dan pembinaan di daerah asalnya.
“Kalau sudah berhasil dan berprestasi, pasti ada pihak yang melihat dan memberikan motivasi. Jangan sampai atlet kita yang sudah berprestasi justru diambil daerah lain,” ungkapnya.
Terkait pemberian bonus bagi atlet, ia mengakui masih terdapat keterbatasan anggaran. Meski demikian, pemerintah daerah diharapkan tetap mencari solusi agar penghargaan dan pembinaan terhadap atlet berprestasi dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Buletin Redaksi
Suka dengan Laporan Jurnalistik Kami?
Dapatkan kurasi berita penting seputar Kalimantan Tengah langsung di kotak masuk email Anda setiap pagi.
Olahraga
Baru saja
Atlet Dayung Kalteng Lolos Babak Utama Seleksi Nasional Dayung Indonesia
Daerah
Baru saja
Jalur Logistik Palangka Raya - Sampit Bebas Hambatan Usai Pemeliharaan Jembatan
Daerah
Baru saja
Gubernur Kalteng Resmikan Jembatan Penghubung Tiga Kecamatan di Murung Raya
Daerah
Baru saja