Nasional
Kotawaringin Barat
Di Tengah Asap Karhutla Kobar, RAPI Jadi Andalan Komunikasi dengan Alat Swadaya
R
Oleh:
Riansyah
(Kordinator Liputan)
•
1 mnt baca
Sumber Berita:
Pesona Kalteng News
Ukuran Teks:
Tautan berita berhasil disalin ke clipboard!
Pesona Kalteng News - Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali menyelimuti wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Di tengah keterbatasan sinyal di lokasi kebakaran, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kobar menjadi andalan utama dalam komunikasi pemadaman.
Peran RAPI dirasakan oleh tim gabungan BPBD, dan relawan di lapangan, terutama untuk menyampaikan informasi titik api yang sulit dijangkau jaringan seluler.
Namun di balik peran tersebut, keterbatasan peralatan masih menjadi kendala utama. Hal itu diungkapkan langsung oleh Masri dari RAPI Kobar.
"RPU (RADIO PANCARAN ULANG), radio kabel dan antena sementara ini kami swadaya dari anggota saja. Beberapa radio pancar ulang yang sudah berdiri di posko KM 11, KM dan 20 Kumai itu juga swadaya dari anggota," jelas Masri.
Ia menambahkan, pihaknya sudah berupaya untuk melengkapi kebutuhan di lapangan dengan mengajukan bantuan peralatan.
"Kemarin kami sudah melakukan pengajuan untuk melengkapi peralatan yang kami butuhkan di lapangan. Dan mungkin besok akan dilakukan pemasangan atau survei lokasi untuk posko Desa Skonyer untuk penanganan di Tanjung Puting," tegasnya.
Dengan segala keterbatasan tersebut, RAPI Kobar tetap berkomitmen membantu pemerintah dalam penanganan Karhutla. Ia berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah dan pihak terkait agar komunikasi penanganan bencana bisa lebih maksimal.
Peran RAPI dirasakan oleh tim gabungan BPBD, dan relawan di lapangan, terutama untuk menyampaikan informasi titik api yang sulit dijangkau jaringan seluler.
Namun di balik peran tersebut, keterbatasan peralatan masih menjadi kendala utama. Hal itu diungkapkan langsung oleh Masri dari RAPI Kobar.
"RPU (RADIO PANCARAN ULANG), radio kabel dan antena sementara ini kami swadaya dari anggota saja. Beberapa radio pancar ulang yang sudah berdiri di posko KM 11, KM dan 20 Kumai itu juga swadaya dari anggota," jelas Masri.
Ia menambahkan, pihaknya sudah berupaya untuk melengkapi kebutuhan di lapangan dengan mengajukan bantuan peralatan.
"Kemarin kami sudah melakukan pengajuan untuk melengkapi peralatan yang kami butuhkan di lapangan. Dan mungkin besok akan dilakukan pemasangan atau survei lokasi untuk posko Desa Skonyer untuk penanganan di Tanjung Puting," tegasnya.
Dengan segala keterbatasan tersebut, RAPI Kobar tetap berkomitmen membantu pemerintah dalam penanganan Karhutla. Ia berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah dan pihak terkait agar komunikasi penanganan bencana bisa lebih maksimal.
Ruang Pembaca
Komentar Pembaca
Sampaikan pandangan Anda dengan santun dan tetap relevan dengan topik berita.
Belum ada komentar.
Jadilah pembaca pertama yang menyampaikan pandangan pada berita ini.
Buletin Redaksi
Suka dengan Laporan Jurnalistik Kami?
Dapatkan kurasi berita penting seputar Kalimantan Tengah langsung di kotak masuk email Anda setiap pagi.